UKM Bahasa dan DLC Gelar Workshop, Ratusan Mahasiswa Darmajaya Belajar Taklukan TOEFL

Blog Post

BANDARLAMPUNG – Ratusan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengikuti workshop Test of English as a Foreign Language (TOEFL) yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Bahasa dan Darmajaya Language Center (DLC) Sabtu, (29/7/2019).

Selaku pembicara workshop Koordinator DLC, M Sahli Romadhon S.Pd. memberikan tips dan trik dalam menjawab soal TOEFL. Soal listening, reading, dan structure dibahasnya agar lebih efisien waktu.

Ketua Pelaksana Workshop TOEFL, Galang Tirto Aji Pratama mengatakan bahwa mulanya pelaksanaan TOEFL bekerjasama dengan DLC. “Awalnya pelaksanaan ini untuk internal teman-teman UKM Bahasa tetapi karena saran dari pembimbing agar diadakan untuk mahasiswa Darmajaya,” ungkapnya.

Galang menerangkan bahwa peserta yang ikut dalam workshop dan tes TOEFL sebanyak 200. “Di era globalisasi sekarang TOEFL sangat penting bagi mahasiswa dan hari ini peserta yang berpartisipasi sebanyak 200 mahasiswa/i,” ujarnya.

Ketua UKM Bahasa, Anisa Rizkia Nabila mengatakan bahwa Workshop TOEFL dan tes ini merupakan program kerja baru. “Ini perdana kita adakan untuk membantu mahasiswa dalam memenuhi persyaratan sidang skripsi dengan mengetahui tips dan trik pengerjaan TOEFL. Selama ini mungkin skornya tidak tercapai dan dari workshop ini dapat digapai,” ucapnya.

Dia berharap agar workshop TOEFL ini dapat dilanjutkan tahun kedepan. “Saya ingin workshop ini tahun depan juga dapat digelar lagi,” ujarnya. Sementara, Wakil Rektor III IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan TOEFL bukan hanya suatu syarat dalam memenuhi pembelajaran dalam perkuliahan. “Karena nanti akan bermanfaat kedepannya,” ungkapnya.

Di era globalisasi seperti sekarang, kata dia, Bahasa Inggris bukan lagi menjadi keunggulan tapi sudah menjadi kewajiban. “Dulu orang bangga bisa berbahasa Inggris tapi sekarang suatu keharusan terutama dalam era 4.0 dan 5.0,” ujarnya.

Dia menambahkan era sekarang ini siapa yang bisa menguasai bahasa sebanyak-banyaknya maka dapat menguasai dunia. “Kalau Anda ingin diterima di dunia kerja dalam era globalisasi harus menguasai bahasa Inggris,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *